Perisaian adalah salah satu seni bela diri yang menjadi
warisan nenk moyang suku sasak. Pada awalnya perisaian dilakukan hanya untuk
menguji kemampuan ilmu sesorang yang dalam prakteknya menggunakan pedang.
Sesuai dengan perkembangan zaman maka perisaian dalam permainan perisaian
menggunakan rotan yang ujungnya diberikan aspal dan pecahan beling yang
ditumbuk halus disebut penajlin.
Alat yang digunakan sebagi tameng untuk menepis, atau
melindungi diri dari sabetan penjalin di sebut ende. Ende terbuat dari kulit
sapi atau kerbau. Pakaian pepadu (pemain) dilengkapi sapuk (penutup kepala) dan
kain panjang.
Perisaian pada jaman dulu dilaksanakan setelah selesai
panen, yakni pada malam hari saat bulan purnama. Perisaian dilakukan oleh dua
orang laki-laki yang diadu pengembar dan seorang juri yang akan memberikan
nilai.
Seorang pepadu (pemain) dinyatakan kalah apabila sudah
keluar darah dari kepala yang disebut bocor, atau dinyatakan kalah angka oleh
juri.
“demikian sekilas tentang permainan tradisional suku sasak,
yang saya kutip dari berbagi sumber”
RSS Feed
Twitter
21.08
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak anda disini